0822 9191 2526
7:15-16:00 Wita / Sabtu-Minggu Libur
Hubungi Kami

0822 9191 2526

Jam Kerja

7.15 - 16.00 Wita

Kekuatan Spiritual Seorang Guru

Kekuatan Spiritual Seorang Guru

  • Catatan Singkat Tausiyah Ramadhan 1442 H
  • Ustadz Imam Syafi’i, S.Ag, M.PdI

 

Keluarga besar SMAN 1 Sangatta Selatan mengadakan kegiatan Family Gathering dalam rangka silaturrahim dan buka bersama Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Kegiatan buka bersama ini dilaksanakan di rumah Lamin Taman Venus Bukit Pelangi Kabupaten Kutai Timur. Dalam acara ini hadir bapak Pengawas Drs. Mujiadi, bapak Ketua Komite Sekolah bapak Hendro Cahyono, serta Bapak Ustadz Imam Syafi’i yang memberikan tausiyah di akhir acara.

Sebelum acara dibuka, lantunan senandung shalawat yang merdu dibawakan oleh ibu Evie Diah Utami, S.Pd yang menambah semarak kegiatan Family Gathering ini. Acara dibuka oleh ibu Latifatur Rahmi, S.Pd dan kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan tilawah yang dibawakan oleh Ustadz Abdul Halim. Sambutan oleh bapak Pengawas Bapak Drs. Mujiadi dan dilanjutkan dengan sambutan dari bapak Ketua Komite Sekolah Bapak Hendro. Sambutan berikutnya oleh bapak Kepala Sekolah bapak Rubito, M.Pd sebagai pengantar dimulainya acara.

Dalam sambutan singkatnya bapak Rubito mengingatkan tugas mulia  sebagai pendidik harus dilandasi dengan ilmu Agama. Jangan sampai kita sebagai Pendidik gagal masuk surga karena kita tidak melaksanakan tugas dengan ikhlas secara pendekatan ilmu agama. Acara terakhir sebelum ifthar adalah mendengarkan tausiyah dari Ustadz Imam Syafi’i. Berikut adalah sedikit ringkasan tausiyah dari Ustadz Imam Syafii.

­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­————————–

Rasulullah SAW menunjuk bukan kepada anaknya, bukan kepada istrinya, bukan pula kepada sahabat-sahabatnya, satu-satunya tongkat estafet tugas Kenabian itu hanya diberikan kepada guru. Seperti dalam Hadist disebutkan “ العلماء ورثة الانبياء ” (“Al-ulama waratsatul anbiya’), yang artinya bahwa ulama adalah pewaris para Nabi”. Rosulullah SAW sangat menghargai ulama. Ulama adalah guru yang memiliki kedalaman ilmu agama dan juga intelektual yang tinggi. Para Ulama memberikan keteladan melalui sikap, ucapan dan kegiatan yang perlu diteruskan oleh generasi berikutnya.

Guru adalah profesi yang sangat membanggakan, yang sangat strategis, yang imbalannya tidak hanya di dunia saja melainkan akan terhitung pahalanya hingga setelah kita berpulang kehadapan Allah SWT. Hikmah yang diungkapkan oleh Imam Syafi’i, seorang Ulama Shufi tentang ilmu adalah “ الْـعِـلْـمَ نُـوْرٌ وَنُوْرُ اللهِ لاَ يُهْدَى لِلْعَاصِي “ (Al-Ilmu nuurun wa nurullah laa yuhdaa lil ‘aashii”) yang artinya bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat kepada-Nya. Cahaya Allah tidak akan menetes, tidak akan berpindah, dan tidak akan masuk ke dalam relung hati dan jiwa orang yang bermaksiat.

Oleh sebab itu guru adalah sentra kekuatan spiritual bagi kekuatan-kekuatan ilmu yang akan diwariskan kepada anak didiknya. Guru harus mempunyai kekuatan spiritual agar ilmu yang dia turunkan masuk ke dalam sanubari anak didik hingga akhir hayat. Guru tidak hanya digugu dan ditiru dari aspek perilakunya saja, akan tetapi juga kekuatan spiritual yang akan diteladani oleh anak didiknya, setiap kalimat yang terucap mempunyai kekuatan spiritual yang dapat mempengaruhi setiap perilaku anak didiknya menuju kesalihannya.

Mengajar itu tidak hanya sebatas interaksi secara verbal tetapi juga pada hubungan secara spiritual. Seorang guru yang sangat diidolakan, yang sangat dirindukan, dan sangat dinantikan oleh sang anak didik, itu berarti guru itu telah mampu merebut dan menguasai hati anak-anak didiknya. Seorang guru akan sangat dicintai oleh anak didiknya jika kalimat dan tutur kata yang diucapkan guru dalam mengajar itu penuh dengan kasih sayang, tidak ada kata-kata dengan nada tinggi, menegur dengan teguran yang lembut dan menjiwai dalam setiap pengajaran. Sebagai seorang guru harus dapat mendidik dengan kasih sayang dan cinta, serta mampu menguasai hati anak didik dengan kekuatan spiritual dalam membekali anak didik menuju kesuksesannya.

Sebuah profesi yang memiliki investasi yang sangat tinggi di muka bumi dan juga di akhirat adalah profesi guru. Orang jepang sangat mengapresiasi  profesi paling besar itu kepada guru. Pada Perang Dunia II setelah kota Hiroshima dan Nagasaki porak poranda oleh bom atom Amerika Serikat, para elit Jepang mendata para guru. Mereka mengatakan bahwa “kita belum hancur karena kita masih memiliki guru-guru”. Sebuah negara dikatakan hancur apabila di dalam negara itu sudah tidak ada lagi seorang guru.

Marilah kita mengapresiasi, memuliakan dan mengagungkan profesi guru menjadi profesi yang terhormat dan mulia. Keberlangsungan peradaban manusia menjadi baik karena seorang guru. “Durhaka kepada guru tidak ada taubatnya kecuali meminta ridho dan ampun kepada guru tersebut”. Misal ada seratus orang guru dan ada satu orang guru yang tidak ridho kepada ilmu yang diberikan, maka ilmu dari sembilan puluh sembilan guru yang telah kita terima akan rusak  karena satu guru yang tidak ridho. Mari kita ajari anak didik kita tentang pengertian dan pemahaman bahwa akhlak dan perilaku kepada guru adalah sesuatu yang sangat menentukan keberkahan seorang anak didik dimasa depan.

Guru yang berhasil tidak hanya menjadikan anak didik menjadi pintar, dan itu tidak mesti tergantung pada nilai atau ijazahnya, tetapi bergantung pada seberapa jauh dia taat kepada Allah SWT. Keberhasilan seorang guru dalam mendidik anak didiknya terlihat dari bagaimana ia membentuk pribadi yang mengingat Allah. Guru tidak merasa bangga jika anak didiknya memiliki nilai yang bagus, diterima di  Universitas favorit, akan tetapi guru itu bangga ketika melihat anak didiknya taat kepada Allah, karena itu yang akan menjamin kesuksesan hidup anak didik di dunia dan akhirat. Orang disebut sukses jika orang itu mampu mengatasi kesulitan dalam hidupnya. Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah telah berjanji akan memberikan solusi dalam setiap kesulitan yang dialami.

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ

 …Wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib…(QS. At-Talaq : 2-3). Orang yang bertakwa kepada Allah dijamin rizkinya dan tidak akan kekurangan. Allah akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Bagaimana mengajar dengan mengimplementasikan kurikulum 2013 yang bertumpu pada kepribadian, yang dilakukan oleh seorang guru sebelum menyampaikan ilmunya maka dia harus riyadhoh, artinya harus melakukan upaya-upaya spiritual memohon kepada Allah agar ilmu yang disampaikan dapat melekat dan menjadi cahaya pada anak didik. Mendoakan anak didiknya agar diberikan kemudahan dalam menerima ilmu yang disampaikan. Anak didik yang banyak bermaksiat atau gurunya sendiri yang bermaksiat maka ilmu itu akan sulit untuk masuk ke hati anak didik.

Marilah kita menggapai derajat kemuliaan dan mengubah dunia dengan mewariskan ilmu-ilmu yang kita miliki dengan dilandasi kekuatan spiritual, agar apa yang kita ajarkan kepada anak didik kita dapat menuai kebermaknaan di dunia dan di akhirat kelak. Semoga Allah senantiasa meridhai setiap langkah kita dalam mengamalkan ilmu kepada anak didik dan kepada siapapun.

يرفع الله الذين امنوا منكم والذين اوتوا العلم درجت

“…Yarfaillahulladziina Aamanuu Minkum Walladziina Uutul Ilma Darojaat…” (QS. Al-Mujadalah : 11)

“...Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…

 

  • Sangatta, 30 April 2021
  • Ditulis Oleh: Dewi Meizun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Arsip
Kategori

Visi SMANSeL: "Terwujudnya Insan Yang Cerdas, Religius dan Berbudaya"