0822 9191 2526
7:15-16:00 Wita / Sabtu-Minggu Libur
Hubungi Kami

0822 9191 2526

Jam Kerja

7.15 - 16.00 Wita

Merdeka Belajar Di Masa Pandemi

Merdeka Belajar Di Masa Pandemi

Oleh : Rubito, M.Pd.*)

 

LATAR BELAKANG
Fenomena yang begitu mendadak di dunia sekolah saat ini, dimana proses pembelajaran yang dulunya dilakukan secara tatap muka kini harus dengan metode jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi. Guru yang tidak terbiasa dengan teknologi juga mengalami kebingungan bagaimana menggunakan aplikasi yang saat ini bertebaran sementara perencanaan pembelajaran yang disiapkan tidak memadai untuk proses pembelajaran Jarak Jauh. Bagaimana dengan orang tua?, Keluarga sebagai salah satu komponen penanggungjawab dalam pendidikan lebih tergagap-gagap karena harus mendampingi proses belajar di rumah setiap hari.

Pembelajaran online mengakibatkan kebebasan peserta didik mengakses berbagai laman atau situs internet.Hal ini tidak menutup kemungkinan peserta didik kurang fokus dalam pembelajaran karena melihat konten medsos yang lebih menarik. Tantangan ini harus dijawab oleh pendidik dan manajemen sekolah dengan menyajikan pembelajaran yang lebih menarik. Angin perubahan yang dilontarkan Mas Menteri Pendidikan dengan trend merdeka belajar, masih menjadi angan-angan yang belum begitu kelihatan bentuknya.

Apakah efek pembelajaran karena pandemi covid-19 melalui teknologi merupakan salah satu bentuk merdeka belajar? Belajar dapat dilakukan di mana saja, dengan siapa saja dan bersumber dari mana saja. Tantangan baru bagi dunia Pendidikan pada saat ini adalah bagaimana mengemas kurikulum dan pembelajaran menyesuaikan dengan kondisi.

J. Galen Saylor dan William M. Alexander dalam buku Curriculum Planing for Better Teaching (1956), menjelaskan bahwa segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruang kelas, di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum. Kurikukum . kurikulum juga meliputi kegiatan ekstrakurikuler.

Berdasarkan uraian di atas PENULIS akan mengulas tentang ; (1) Bagaimana memahami modalitas belajar peserta didik; (2) Bagaimana penyusunan RPP di masa Pandemic dan (3) Bagaimana memberikan umpan balik kepada peserta didik.

 

PEMBAHASAN
MODALITAS BELAJAR
Modalitas belajar yang dimaksud dalam tulisan ini adalah gaya belajar yang dimiliki setiap peserta didik. Modalitas belajar yang dimiliki peserta didik adalah gaya visual, auditori dan kinestetik.Modalitas tersebut harus menjadi pertimbangan pendidik untuk menentukan strategi pembelajaran. Terlebih lagi saat ini dengan adanya kebijkan merdeka belajar merupakan dorongan kuat atau kebebasan bagi pendidik untuk menyemai ilmu pada peserta didik. Tuntutan yang lebih ideal dari urain ini adalah guru harus menyajikan materi dengan media yang dapat menarik focus belajar peserta didik.

Terlebih lagi kondisi pembelajaran Jarak Jauh yang semua serba online, menuntuk daya kreativitas pendidik lebih tinggi, mengingat hakekat belajar tidak hanya menjadikan peserta didik dapat memahami materi pembelajaran tetapi juga harus membina sikap peserta didik agar tetap santun memiliki sikap yang mengakar pada budaya Indonesia.

Hal yang dapat dilakukan pendidik saat teleconferece adalah mengajarkan etika sederhana seperti, mematikan video dan microphone saat mendengarkan penjelasan dari guru atau pendapat dari temannya. Menekan tombol rise hand (tangan) saat hendak bertanya, dan tetap menggunakan seragam sekolah. Pemberlakuan ketentuan-ketentuan sederhana ini dapat mengarahkan peserta didik menjadi terbiasa dengan tata tertib, jika hal ini sudah menjadi kebiasaan tentu ini merupakan upaya penanaman sikap yang baik.

Pembelajaran Merdeka menuntut pendidik harus memperhatikan modalitas belajar peserta didik, menciptakan pembelajaran yang menarik dan bermakna serta tetap memberikan pembiasaan tertentu untuk pengalaman belajar etika pada peserta didik.

 

RPP 1 LEMBAR

Beberapa waktu lalu Mas Menteri (panggilan akrab Bapak Nadiem) mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar yang salah satunya adalah kebijakan RPP 1 lembar. Adapun komponen RPP yang disederhanakan yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan asessment. Konsep penyederhanaan ini memberikan peluang kemerdekaan pendidik untuk menyiapkan rancangan pembelajaran sesuai dengan potensi peserta didik dan daya dukung lingkungannya. Pendidik harus senantiasa berupaya menemukan dan terus mencari Teknik yang memudahkan, agar peserta didik dapat melihat obyek yang harus diketahui dan akhirnya dipelajari sebagai suatu masalah.

Kita sudah sepakat membuang paradigma lama dalam Pendidikan yakni pendidik bukanlah sebuah mesin pompa BBM yang bertugas mengisi bahan bakar (ilmu pengetahuan) dan mewajibkan peserta didik menerima saja. Dalam teori Humanistik disampaikan bahwa pembelajaran harus memanusiakan manusia dalam arti pembelajaran harus mengedepankan potensi peserta didik.

Sebuah tantangan yang datang secara tiba-tiba, masa pandemic ini mengubah semua rencana dan tatanan kehidupan termasuk dalam dunia Pendidikan. Ruang kelas yang tadinya sangat terbatas kini berubah meluas tanpa sekat dengan nama kelas online. Tentunya ini berakibat pendidik harus benar-benar memeras kreativitas agar misi pembelajaran yang berbasis pengembangan potensi peserta didik dapat terwujud. Menyiapkan RPP dengan pendekatan kelas online juga merupakan tantangan tersendiri mengingat meskipun online, RPP harus tetap disiapkan.

Rekontruksi Kembali RPP lama menjadi RPP online (istilah penulis) merupakan keharusan, dan sikap positif dalam menanggapi era terbuka ini. Keterbukaan informasi ini justru memberikan peluang pendidik untuk memilih media pembelajaran yang sesuai dengan RPP. Mencari tema atau materi tinggal menulis di mesin pencarian maka akan tersaji banyak topik yang muncul. Selanjutnya pendidik perlu memperhatikan tiap topik yang ada dan memilih atau mengambil link tersebut sebagai media pembelajaran yang akan dibagi pada peserta didik. Ketelitian memilih dan memilah media pembelajaran yang tersaji merupakan langkah kehati-hatian agar tidak menyajikan media pembelajaran yang bertentangan dengan nilai-nilai etika.

 

KEKUATAN UMPAN BALIK PENDIDIK

Umpan balik dari pendidik ini sangat ditunggu dan dinantikan oleh peserta didik., Umpan balik dapat berupa setiap tugas benar-benar dikoreksi dan diberikan catatan yang menumbuhkan semangat pada peserta didik. Untuk itu pendidik diharuskan memilih kalimat yang mampu menyemangati atau memotivasi peserta didik agar tumbuh menjadi pembelajar yang tangguh. Jika pembelajaran dilaksanakan secara langsung seperti sebelum masa pandemi tanggapan pendidik dapat berupa penghargaan tepuk tangan oleh sesama temannya, mendekati peserta didik secara personal dan dapat pula memberikan hadiah sederhana yang telah di siapkan.

Pada kondisi saat ini umpan balik dan motivasi ini berupa rangkaian kata pada setiap tugas peserta didik, ungkapan sanjungan secara langsung dapat dilakukan saat live streaming. Bagi pendidik yang sudah menggunakan LMS seperti Microsoft 365/Microsoft team atau sejenisnya dapat memberikan tanggapan pada tiap buku peserta didik yang telah tersaji dalam aplikasi tersebut.

Seorang Pendidik tidak boleh terbawa egois, yang penting sudah menunaikan pembelajaran tanpa mengetahui kondisi peserta didik di rumah. Tidak jarang peserta didik mengalami kondisi psikologis yang kurang stabil karena banyaknya tugas sekolah, di samping itu harus menyelesaikan tugas membantu orang tua serta boleh jadi kondisi rasa jenuh karena keterbatasan bersosialisasi. Untuk itu mengoreksi setiap tugas dan memberikan umpan balik positif akan menjadi obat penyemangat mereka dalam belajar.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa pendidik dapat memperhatikan modalitas belajar untuk menentukan metode dan strategi pembelajaran. Pendidik harus memiliki pemahaman belajar lebih fokus pada sisi pemahaman peserta didik, bukan berpandangan peserta didik seperti gelas kosong atau selembar kertas kosong. Menyusun RPP 1 lembar harus memperhatikan kompetensi yang ingin di capai dan menyajikan langkah-langkah pembelajaran yang runtut dan terukur. Banyak sumber yang dapat digunakan sebagai referansi, pendidika tingal menyesuaikan dengan kondisi peserta didik masing-masning. Pada situasi pembelajaran daring pendidik dituntut untuk menggunakan bahasa dan kata yang efektif agar tidak menimbulkan multitafsir bagi peserta didik.

Pilihlah jenis dan metode penilaian yang benar-benar dapat mengukur kemampuan potensi peserta didik berbasis individu agar benar-banar valid bahwa materi yang disampaikan dapat dipahami peserta didik.

Jangan lupa berikan umpan balik positif setiap pekerjaan peserta didik Sebuah umpan balik atau motivasi yang baik dalam pembalajaran adalah ketika motivasi yang disampaikan mampu membentuk peserta didik memiliki karakter pembelajar Tangguh atau dalam kata lain peserta didik memiliki ketrampilan mendidik dirinya sendiri.

 

*) Sumber dari Buku Antologi Pemikiran Pendidik Tangguh Masa Pandemi
**) Kepala SMAN 1 Sangatta Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Arsip
Kategori

Visi SMANSeL: "Terwujudnya Insan Yang Cerdas, Religius dan Berbudaya"